ANGIN GROUP NETWORK

Judul : Kisah nyata A.imin dan Si Tunip.
Penulis : Bos Imin.
Tokoh Utama : A.imin.


Iklan ( $ ) ( $ ).


Saat itu Jumat 15 Desember 2017,
pukul 09:30 WIB.
A.imin sedang bersantai sambil tiduran di sofa rumahnya.

Ia berencana berangkat ke mesjid dekat rumahnya sekitar pukul 11:00 WIB untuk melaksanakan shalat Jumat.

Namun karena suasana rumahnya yang tenang dan adem,
membuat A.imin ketiduran di sofa mewah tapi murah itu.

Tepat pukul 10:45 WIB,
A.imin dikejutkan oleh suara panggilan telepon dari ponsel Java S40 jadul dengan ukuran layar 128x160 miliknya.

A.imin pun terbangun dan melihat sejenak siapakah yang menghubunginya.

Ternyata panggilan telepon itu dari nomor 6285359434071,
namun ia tak mengenal nomor siapakah itu.
Dan tanpa berlama-lama A.imin langsung mengangkat telepon itu.

"Halo Assalamu'alaikum"
Ucap A.imin.

"Wa'alaikumsalam, apa kabar bro?"
Sahut si penelpon.

"Baik, ini siapa ya?"
A.imin kembali bertanya.

"Ah, elu gak kenal gua sekarang mah.
Mentang-mentang jadi orang sukses luh!"
Jawab si penelpon dengan nada bercanda.

"Maaf, Ponsel saya ke reset jadi kontak pada hilang.
Ini siapa ya?"
A.imin makin penasaran.

"Ini gua Tunip, sekarang gua lagi dijalan mau kerumah elu.
Gua sekalian bawa Cewek nih, nanti gua kenalin deh sama elu.
Udah dulu ya, ini gua mau isi bensin di SPBU."
Seru si penelpon (mengaku bernama Yudi namun kita samarkan saja menjadi Tunip) dan tak lama sambungan telepon terputus.

A.imin yang masih agak ling-lung karena baru bangun tidur mengiyakan saja,
padahal A.imin tak kenal siapa itu si Tunip.

2 menit kemudian,
telepon dari nomor yang sama kembali menghubungi A.imin.

"Halo bro, sory nih bisa minta tolong gak?"
Ucap si penelpon.

"Tolong apa?"
Tanya A.imin.

"Begini bro, gua tadi beli bensin terus gua ke toilet.
Eh dompet gua ketinggalan disana.
Pas gua balik ternyata dompetnya udah ditemuin sama Satpam."
Jawab si penelpon.

"Terus?"
Sela A.imin.

"Terus gua bilang, itu dompet adik gua tapi satpam-nya gak percaya soalnya di dompet itu gak ada KTP.
Nah, gua cuma minta tolong ke elu pura-pura ngaku jadi adik gua."
Bujuk si penelpon.

Disela percakapan,
A.imin diam-diam merekam percakapan telepon itu.



Sementara itu sang penelpon terus merayu A.imin supaya mau membelikan pulsa untuk Satpam SPBU tersebut,
dia berdalih pulsa itu untuk menyogok si Satpam agar mau menyerahkan dompet yang diakuinya berisi uang Rp4,3 juta dan kalung emas itu.

Dia juga berjanji akan membagi uangnya jika sudah tiba dirumah A.imin nanti.
Namun A.imin tetap menolak karena jarak rumahnya dengan tempat penjual pulsa letaknya cukup jauh.
Dengan kesal,
si penelpon itu menutup teleponnya tanpa berkata apapun.

A.imin pun tersenyum lebar karena ia berhasil membuat kesal orang yang ia yakini sebagai penipu.

Dan rupanya ini kali kedua A.imin mendapat telepon dari orang yang mencoba menipunya.
Dalam kejadian sebelumnya A.imin mengerjai si penipu yang mengaku sebagai keponakannya yang sedang terkena masalah di kantor polis.

A.imin kembali tersenyum lebar sambil memandangi ponsel jadulnya.

Lalu A.imin berkata :
"Hmm, sory coy!
AING MOAL WAKA KATIPU KU SIA!!!
Mimpi kali tuh bocah mau coba-coba menipu seorang Blogger!"

Selesai. . . . . .

*( Info Tambahan :
"Tunip" singkatan dari
Tukang Nipu.

Kisah ini adalah kisah nyata yang dialami oleh Bos Imin.