KABAR ANGIN
Kabar Angin - Beberapa waktu ini di media sosial marak aksi persekusi.

Adanya hal tersebut dipicu sebuah postingan di media sosial yang telah dianggap menyinggung kelompok tertentu.


Arti Persekusi

Persekusi adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.

Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi,
tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi.

Kasus Persekusi

Fiera Lovita,
seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah
Kota Solok, Sumatera Barat,
merasa tertekan setelah mengalami persekusi berupa teror dan intimidasi oleh sekelompok orang dari ormas tertentu.

Dokter perempuan itu mengaku tidak paham kenapa dirinya mengalami tindakan persekusi setelah menulis status di akun Facebook-nya pada 19-21 Mei 2017 yang bernada sindiran terhadap tokoh tertentu.

Kasus terheboh adalah beredar luasnya video Seorang remaja berinisial M (15) asal Cipinang Muara menjadi korban persekusi atau pengejaran oleh kelompok tertentu.

Dalam video berdurasi dua menit tersebut menampilkan seorang pria yang diperkirakan masih remaja tengah di intimidasi oleh sekelompok orang dari anggota sebuah ormas.

Pria berkacamata tersebut terlihat dipaksa membuat surat permintaan maaf atas postingan di akun Facebook pribadinya.
Rupanya, remaja tersebut menuliskan kata-kata pada status di akun Facebook-nya yang dianggap menghina salah satu petinggi ormas tersebut.

Jangan Takut Persekusi

Apakah anda sedang menghadapi masalah seperti jadi sasaran perburuan, teror, dianiaya atau persekusi akibat medsos?
Bila ya, segeralah melapor.

Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Persekusi membuka hotline Crisis Center terkait maraknya aksi Persekusi oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu.

Siapa pun yang menjadi korban Persekusi dapat meminta perlindungan dan bantuan hukum melalui nomor 081286938292 atau Email ke
antipersekusi@gmail.com.

Tips Agar Terhindar Dari Aksi Persekusi

Netizen disarankan untuk mempertimbangkan segala konten media sosial mereka berdasarkan tiga langkah ini :

1. Bayangkan mengucapkannya langsung sebelum mengunggah suatu pernyataan,
komentar, berita atau meme, bayangkan Anda menyodorkan semua itu langsung di hadapan orang yang dituju.

Bayangkan apakah saat itu Anda benar-benar bisa menyampaikannya atau justru merasa ragu karena takut menyinggung perasaan.

Bila keraguan yang timbul,
sudah tentu hal tersebut tidak perlu diunggah karena mungkin saja akan menyinggung orang tertentu.

2. Pikirkan manfaatnya Jika merasa bahwa pernyataan, komentar, berita atau meme yang akan diunggah itu tidak akan menyinggung orang lain,
pikirkan dulu soal manfaatnya. Apakah hal yang ingin disebarkan itu bermanfaat untuk orang lain atau ternyata tidak ada gunanya.

3. Cek fakta, cari informasi bandingan Hal yang lebih penting,
sebelum bicara di media sosial.

Anda harus lebih dulu memahami fakta dan mengolah informasi tersebut.

Ada banyak alat yang bisa dipakai untuk mencari tahu dan membandingkan informasi yang Anda miliki.
Bisa saja menggunakan Google atau media lain.
Namun intinya,
pernyataan atau hal yang akan diunggah ke media sosial itu jangan sampai hanya merupakan kabar bohong (hoax).


Opini
Bos Imin
Kita memang harus wajib menghargai orang dengan tidak berkata yang menyinggung, menghina, dll,
namun aksi main geruduk sendiri atau Persekusi juga tidak dibenarkan.

Itu sama saja membatasi ruang beropini,
Dan artinya akan menimbulkan kesenjangan sosial antara yang berkuasa dan yang tak berdaya!

* Sumber Kabar Angin