ANGIN GROUP NETWORK
Cerpen ini dikutip dari jaringan
ANGIN GROUP NETWORK.
SPONSOR
1 - 2 - 3

Pukul 6 lewat 6 menit A.imin bangun dari tidur nyenyaknya.

Setelah mandi ia langsung bergegas menuju kantornya untuk bekerja.

Ternyata hari ini dia dapat tugas untuk mengantar paket ke 6 tempat berbeda.

A.imin pun segera memasukan 6 paket tersebut ke mobil.

Tujuan pertama adalah desa Tanah Timbul yang jaraknya 6 Mil dari kantornya.

Selama perjalanan tidak ada hambatan berarti hingga A.imin pun bisa melaju dengan kecepatan 66 Km/jam di jalan desa yang agak sempit dan masih berbatu.

Setelah tiba di tujuan,
A.imin menyerahkan paket itu pada penerima paket.

"Terima kasih ya mas, akhirnya datang juga. Saya sudah 6 bulan menunggu paket ini."
Ujar si penerima paket.

Setelah itu A.imin melanjutkan ke tempat berikutnya.

Ternyata tempat yang ia tuju adalah sebuah rumah mewah dengan garasi yang luas,
terlihat juga 6 mobil sport mewah berjejer disana.

A.imin pun menekan bel yang terletak diluar gerbang rumah itu,
namun beberapa kali tidak ada jawaban.

Setelah kali ke 6,
ada seorang Satpam kompleks yang melintas dijalan itu.

Satpam itu menghampiri lalu menepuk pundak A.imin.

"Yang punya rumah ga ada mas.
Lagi pada pergi semua, anaknya 6 hari yang lalu meninggal gara-gara mobil sportnya tabrakan pas ikutan balap liar"
Ujar Satpam itu.

"Oh Ini pak, saya cuma mengantar kiriman paket."
Balas A.imin.

"Masukin disitu aja mas."
Satpam itu menunjuk ke sebuah celah disamping pintu gerbang.

Dan benar saja,
celah itu adalah tempat menaruh kiriman paket.
Terlihat juga 6 kotak paket lainnya tergeletak disana.

Singkat cerita tibalah di tempat penerima paket ke 6.

Lokasi rumah yang dituju ternyata ada dalam gang sempit namun tak jauh,
hanya berjarak 6 rumah dari jalan raya.

Lalu A.imin mengetuk pintu rumah itu,
dan tak beberapa lama pintu terbuka.

Alangkah terkesimanya A.imin melihat yang membuka pintu ternyata seorang gadis cantik.

Saking terkesimanya A.imin sampai lupa menyerahkan paket yang dipegangnya.

"Iya A, ada apa?"
Tanya gadis itu sambil tersenyum manis.

"Oh iya Teh, ini ada kiriman paket"
Jawab A.imin sambil salah tingkah dan setelah itu langsung pamitan.

Diperjalanan menuju kantornya,
A.imin terus memikirkan kecantikan gadis itu.
Dia agak menyesal kenapa tadi tidak minta kenalan.

6 hari berlalu.

A.imin kembali mendapat tugas pengiriman paket ke tempat gadis itu.

A.imin senang bukan kepalang dan tanpa lama-lama lagi,
dia langsung tancap gas walaupun rem tangan mobilnya belum diturunkan.

Mobil pun meraung karena tak bisa jalan.

"Kamu kesambet dimana Min?"
Tegur seorang teman kerjanya dengan nada bercanda.

"Kesambet ditempat penerima paket Bro."
Jawab A.imin sambil tertawa malu dan nyelonong pergi.

Lagi-lagi A.imin beruntung karena yang menerima paketnya adalah gadis cantik yang waktu itu.

Kesempatan ini tidak disia-siakannya untuk bisa berkenalan,
kemudian saling tukar nomor HP.

Hanya 6 hari pendekatan,
A.imin berhasil menaklukan hati gadis itu.
Dan merekapun jadian.

Tepat dibulan ke 6 setelah mereka pacaran,
A.imin melamar sang gadis.

Dan hanya 6 bulan setelahnya,
langsung mengadakan pernikahan.

Mas kawin yang diminta mempelai wanita jumlahnya adalah Rp6.666.666.

Mereka pun hidup bahagia lalu dikaruniai 6 anak, 6 cucu, dan 6 cicit.
Dan seterusnya.